Kepala Lapas Nusakambangan Tidak Jadi Promosi dan Dicopot Dari Jabatannya, Begini Alasannya

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Abdul Aris dicopot. Pencopotan tersebut merupakan buntut dari kasus pengendalian perdagangan narkoba dari Lapas Nusakambangan oleh terpidana kasus narkotika, Aseng.

Akibat pencopotan ini, Abdul Aris pun batal mendapatkan promosi jabatan ke Lampung. “Kalapas sebenarnya dia sudah selesai. Dia mau dipromosi(kan), dipindahkan ke Lampung, apa Bengkulu. Ya sudah, enggak jadi, batal,” kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly diKompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/8).

Usai pemberhentian keduanya, Kementerian Hukum dan HAM akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan akan dilakukan oleh Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah.

Yasonna seringkali merasa dilematis ketika mesti memindahkan seorang pegawai lapas atau rutan ke tempat lain. Sebab, potensi penyelewengan penyalahgunaan wewenangnya tetap besar.

“Kami geser ke mana pun ya begitu-begitu juga,” ujar Yasonna.

Oleh sebab itu, Yasonna berharap regenerasi pegawai lembaga pemasyarakatan berjalan efektif.

Generasi muda pegawai Lapas, lanjut Yasona, harus digembleng betul mentalnya supaya tidak terjerumus ke praktik penyalahgunaan wewenang.

Sebelumnya, satuan Tugas Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran 120 bungkus narkotika jenis ekstasi oleh sindikat jaringan internasional dari Belanda.

Setelah dihitung, dari 120 bungkus tersebut, terdapat 1,2 juta butir ekstasi.

Tersangka pertama yang ditangkap bernama An Liy Kit Cung alias Acung di Kecamatan Paku Haji, Tangerang.

Ia mengaku dikendalikan oleh seorang narapidana di lembaga pemasyarakatam Nusakambangan bernama Aseng.

Advertisements