Cinta Ditolak GoFood Bertindak, Tersangkanya Diciduk dan Bilang Begini Ke Polisi

Beberapa waktu lalu, dunia maya sedang diramaikan oleh kasus order fiktif GoFood yang menimpa Julianto Sudrajat sebagai korbannya. Ia menerima kiriman makanan berkali-kali dalam seminggu belakangan, yang sebenarnya tidak ia pesan. Tagihan harga pesanan yang datang kepadanya bahkan mencapai jutaan rupiah.

Julianto mencurigai Sugiarti alias Arty yang dikenalnya melalui Facebook sebagai pelakunya. Namun Arty menyangkal tuduhan itu dan justru mengaku difitnah dan dizalimi. Arty berdalih ponselnya hilang. Bahkan, Arti mengaku pernah menjadi korban order fiktif serupa.

Dalam pemeriksaan, kata Andry, tersangka mengakui telah memesan order tersebut dengan menggunakan akun dan alamat Julianto yang merupakan mantan pacarnya.

“Terlapor atas nama Sugiarti alias Arty telah mengakui adanya pencemaran nama baik di media sosial Facebook, Twitter, Instagram dan WhatsApp,” kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo saat dihubungi, Senin (31/7).

Polres Jakarta Timur akhirnya menetapkan Sugiharti alias Arti sebagai tersangka kasus order Go Food fiktif. Motifnya diduga karena sakit hati terhadap korban Julianto Sudrajat.

“Iya sudah, sudah jadi tersangka dia,” kata Andry Wibowo saat dihubungi, Senin (31/7).

Julianto berencana mengkonfirmasikan hal ini ke kantor tempatnya bekerja. Dia ingin memberi tahu kantornya bahwa tersangka order fiktif Go Food yang ditujukan kepadanya telah tertangkap.

“Kalau benar sudah tertangkap, rencananya kami sekeluarga akan ke Danamon juga untuk konfirmasi tersangka peneror sudah ditangkap,” ucapnya.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi, Arty mengaku dia melakukan order fiktif melalui jasa Gojek dibantu oleh dua orang keponakannya. “Terlapor juga menjelaskan bahwa yang melakukan order fiktif GoFood melalui jasa Gojek dan GoBox yang dikirimkan kepada pelapor adalah keponakannya yaitu bernama Fransiska Hawa dan Rivaldi,” kata Andry.

Advertisements