Selain Lebanon, Tunisia dan Qatar Juga Boikot Film Wonder Woman

Menyusul Lebanon, Tunisia akan membatalkan pemutaran film terbaru Hollywood, Wonder Woman di negaranya.
Association of Young Lawyers Tunisia melayangkan gugatan untuk membatalkan penyiaran film yang dijadwalkan akan dilakukan hari ini.
Menurut anggota asosiasi Sedki Jelassi, pembatalan itu merupakan reaksi atas komentar yang dibuat oleh aktris Israel yang membintangi film itu, Gal Gadot, yang mendukung “tentara Zionis yang ikut serta dalam perang melawan Gaza pada 2014.”
“Kami tidak menerima anak-anak kami menonton film ini,” yang akan sama halnya dengan “menormalisasi hubungan dengan Israel,” Presiden Association of Young Lawyers Tunisia, Yassine Younsi, mengatakan pada Business News.
Film ini kemudian dihapus dari situs pemesanan tiket setempat yang melayani seluruh bioskop di Tunisia. Sementara itu, halaman Facebook berisi pengumuman jelang premiere juga diperbarui dengan tag bertuliskan “suspendu” (suspended atau ditangguhkan).
Film Wonder Woman yang disutradarai oleh Patty Jenkins kini masih menempati Box Office. Setelah larang tayang di Lebanon dan Tunisia, kesuksesan dan keseruan Wonder Woman pun tidak akan dirasakan bagi para warga Qatar.
Film ini memang mendapat pujian dari seluruh dunia. Di sisi lain, banyak juga yang mengkritik karena Gadot berasal dari Israel dan mendukung tindakan militer negaranya di Lebanon.
Di Qatar, film ini seharusnya tayang perdana pada Kamis (27/6). Bahkan hari-hari sebelumnya, bioskop di Doha sudah menayangkan iklannya. Namun, Doha News melaporkan pada Rabu (28/7) iklan dari film ini menghilang dari laman resmi bioskop.
Calon penonton film ini juga menyatakan tidak bisa memesan tiket. Dua jaringan bioskop di Qatar, Vox Cinemas dan Novo Cinemas pun mengkonfirmasi bahwa Wonder Woman batal ditayangkan.
Advertisements