Jeger Taksi Sebagai Saingan Gojek di Era Ojek Modern

Go-Jek kini mendapat saingan baru, namanya Jeger Taksi. Apa sih Jeger Taksi itu? Nama Jeger Taksi mulai menampakan diri media sosial. Dalam penampakannya Jeger Taksi menahbiskan diri sebagai ojek bermeter, alias ojek yang memiliki argo. Jika Go-Jek berbasis aplikasi android, maka Jeger Taksi lebih memilih basis hotline, yakni melalui sambungan telepon. Artinya pemakai jasa Jeger Taksi harus menelepon ke nomor hotline yang tersedia.

Beberapa keuntungan menggunakan layanan Jeger adalah mendapat struk pembayaran, helm untuk keselamatan selama di perjalanan, serta disediakan shower cap, masker hingga jas hujan. Diperkirakan jika hadirnya Jeger akan menambah persaingan di antara ojek modern. Yang paling diuntungkan dengan kompetisi layanan ojek ini adalah penumpang, karena penyedia layanan pastinya akan berebut tarif termurah dengan layanan yang maksimal.

Jeger taksi menggunakan argometer untuk menentukan tarif penumpang. Jeger taksi baru beroperasi sejak empat bulan lalu, dan berkantor di Jalan Karya Usaha, Srengseng, Jakarta Barat. Jeger taksi juga baru memiliki 31 unit armada, dan “mangkal” di sekitaran Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Rizal, salah seorang driver Jeger taksi menceritakan, sistem penentuan tarif penumpang Jeger taksi masih menggunakan sistem argo. Saat pertama duduk, penumpang dikenakan tarif pertama Rp4.800, kemudian hitungan argo per kilometer Rp2.800.

Selain sistem argo, Jeger Taksi juga digunakan masyarakat dengan cara borongan, di mana antara calon penumpang dan driver Jeger taksi bernegosiasi tarif untuk tujuan tertentu.

“Nah, kalau untuk borongan, argonya tetap jalan. Misalnya pas sudah sampai tujuan, argo menunjukkan harga Rp85 ribu, tetapi kesepakatan borongannya Rp100 ribu, berarti Rp15 ribu buat driver,” ujar Rizal

Advertisements