Pakai Baju Jersey Barca Di Arab, Dipenjara 15 Tahun

Ketegangan di kawasan Timur Tengah ternyata punya efek khusus untuk Barcelona. Negara-negara Arab seperti UEA, Mesir, Yaman, dan Bahrain, di bawah komando Arab Saudi memboikot semua entitas yang berbau Qatar; termasuk di antaranya Qatar Airways dengan alasan tudingan hubungan negara tersebut dengan kaum ekstremis. Qatar sudah membantah tudingan ini, tetapi situasi tidak banyak berubah.

Maskapai penerbangan tersebut pun memang masuk dalam perusahaan yang diblacklist oleh Arab Saudi. Semua pesawat milik perusahaan tesebut pun sekarang dilarang masuk ke area Arab Saudi. Bahkan Arab Saudi telah menyiapkan hukuman penjara 15 tahun dan denda besar bagi seseorang yang terlihat mendukung negara Qatar.

Hal itu disampaikan langsung oleh Jaksa Agung United Arab Emirates (UAE), Hamad Saif Al Shamsi. Dirinya mengungkapkan dukungan tersebut juga bisa dikenakan bagi orang-orang yang menunjukan dukungan untuk Qatar di media sosial

Kendati demikian, sebagian penggemar yang berada di negara Arab tidak terlalu bersedih atas larangan ini, karena dikabarkan kontrak Barcelona dengan Qatar Airways akan berakhir sampai akhir bulan Juni ini, dan akan diteruskan oleh perusahaan asal Jepang Rakuten yang akan menjadi logo baru di baju jersey tim ini.

Jadi, para penggemar Barcelona yang tinggal di negara yang memberlakukan sanksi ini dapat membeli jersey baru klub yang telah disponsori oleh perusahaan baru dari Jepang ini jika tak ingin mendapatkan hukuman.

Barcelona bukan satu-satunya klub yang terpengaruh oleh ketegangan politik Timur Tengah. Ada klub lain, yaitu  raksasa Ligue 1 Paris Saint-Germain (PSG) yang  menghadapi masalah  sehubungan dengan sponsor jersey mereka Fly Emirates.

Maskapai penerbangan nasional UEA tersebut telah menghentikan penerbangan ke Qatar –  yang merupakan negeri asal pemilik PSG. Meskipun demikian PSG sendiri tidak mau membahas konflik ini lebih lanjut. Mereka berkata Le Parisien, “(Langkah Fly Emirates) Ini tidak akan berpengaruh pada klub, tidak ada kekhawatiran sama sekali.”

Advertisements