Setelah Dipenjara, Ahok Kapok Berpolitik dan Ingin Berbisnis

Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Teguh Samudera, menceritakan aktivitas terpidana kasus penodaan agama itu selama di tahanan. Ahok cerita cukup banyak kepadanya.

Selama di dalam tahanan ‎Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Ahok, kata Teguh, banyak berolahraga, membaca Alkitab dan menulis catatan harian perjalanan hidupnya selama berkarir di politik.

“Pak Ahok bicara soal ke depannya, mau bisnis. Beliau tidak tertarik untuk main politik lagi,” ujar Teguh kepada awak media di Mako Brimob.

Pengacara gubernur DKI Jakarta nonaktif itu menjelaskan, Ahok lebih tertarik untuk berbisnis. Terlebih, sebelum terjun ke dunia politik, basic mantan Bupati Belitung Timur itu adalah pengusaha.

“Dia cerita bagaimana bisnis ke depan yang lebih baik. Pesan khususnya, kita enakan bisnis, cari duit banyak dengan bisnis. Bisnis apa saja, bisa bisnis minyak, kelapa sawit. Dia (Ahok) tidak tertarik dengan politik lagi. Enakan jadi pebisnis katanya. Dia bilang, saya mau jadi Gubernur aja begini, apalagi mau jadi yang lain,” ucap Teguh.

Pada era 1990-an, Ahok sudah akrab dengan berbagai bisnis dan mengelola perusahaan terutama di sektor tambang.

Saat menjenguk Ahok, tim kuasa hukum tidak sendirian, tapi ada rombongan lain yang juga melakukan kunjungan serupa. Di antaranya rombongan Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan sanak keluarga Ahok seperti Ayah dan Ibu Ahok, anak,serta saudara lainnya.

Namun, dirinya mengaku tidak melihat istri Ahok di dalam rutan. “Saya nggak lihat istrinya. Ketemu Pak Djarot juga papasan saja. Dia (Djarot) bersama rombongan tidak lama, kelihatan agak buru-buru,” tambahnya.

Pihak pengacara juga berupaya untuk menyatakan banding terhadap kasus yang dihadapi Ahok. “Kami sedang usaha kan memori banding ini dulu. Tadi sekalian juga di dalam memperlihatkan ke Pak Ahok tentang berkas memori banding. Jika berkasnya sudah lengkap akan diserahkan ke Pengadilan Tinggi  DKI Jakarta,” pungkasnya.

Advertisements