Sinopsis Film The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)

Pada hari ulang tahun Bilbo Baggins ke-111, Bilbo sedang menulis petualangan terakhirnya untuk Frodo Baggins, dan Frodo belum diijinkan membacanya sebelum catatan tersebut selesai.

Cerita langsung kembali ke enam puluh tahun sebelumnya, Bilbo, seorang Hobbit muda yang hidupnya semula tenang dan damai di kubang Bag End seketika hancur oleh kedatangan penyihir tua Gandalf, yang membujuknya untuk berpetualang bersama 13 orang dwarf / kurcaci dimana Bilbo akan bertindak sebagai seorang “pencuri”.

Bilbo ragu-ragu untuk bergabung atau tidak karena dia hanyalah seorang Hobbit biasa yang tidak pernah pergi jauh dan bertarung atau berkelahi. Demikian juga Thorin yang meragukan kemampuan Bilbo walaupun Gandalf mempromosikannya sebagai pencuri ulung. Namun akhirnya Bilbo memutuskan untuk bergabung sebagai anggota ke-14 walaupun tidak ada jaminan tentang keselamatan dirinya.

Petualangan itu sendiri bertujuan untuk merebut kembali harta mereka dari seekor naga perampok bernama Smaug. Nama-nama ketiga belas kurcaci adalah Thorin, Dwalin, Balin, Bifur, Bofur, Bombur, Fili, Kili, Oin, Gloin, Nori, Dori dan Ori.

Sayangnya pada saat itu Thranduil dari bangsa peri yang mengetahui peristiwa itu tidak melakukan pertolongan dan bahkan membiarkan hal tersebut. Sehingga timbul kebencian dan rasa tidak senang dari kelompok kurcaci kepada bangsa peri.

Perjalanan menuju gunung Erebor didaerah Middle Earth dimulai. Tujuan utama kelompok kurcaci adalah menemukan kembali tanah air mereka. Dimana sebelumnya, kerajaan mereka berada di dalam gunung Erebor yang kaya akan emas sebelum diserang Smaug yang menghancurkan kerajaan tersebut.

Dalam kilas balik yang diceritakan Thorin, pelariannya kelompok kurcaci dipimpin oleh Thrain, ayah dari Thorin. Saat itu kelompok kurcaci berperang dengan kaum Orc yang dipimpin oleh Azog yang disebut Orc berwajah pucat. Thrain berhasil dibunuh oleh Azog. Thorinpun membalas kematian ayahnya dengan memotong tangan Azog dan memukul mundur kaum Orc. Thorin pun menyangka Orc sudah mati padahal belum. Sehingga timbul dendam yang mendalam diantara keduanya.

Dengan bermodalkan peta yang dimiliki oleh Thorin dan anak kunci yang dimiliki oleh Gandalf serta kepolosan dari Bilbo merupakan suatu langkah untuk menuju kesuksesan. Sayangnya tidak ada orang yang bisa membaca peta tersebut kecuali Lord Elron dari bangsa peri yang dibenci oleh oleh Thorin. Peta tersebut menggunakan bahasa kurcaci kuno dan ada pesan tersembunyi di dalamnya yang hanya bisa dibaca bila terkena sinar bulan tertentu.

Tak lama setelah group petualangan ini terbentuk, tiba-tiba tiga Trolls yang kelaparan menangkap mereka semua kecuali Gandalf yang berhasil lolos. Gandalf pun mempecundangi para Trolls itu dengan memancing mereka ke arah sinar matahari lalu menyihir mereka menjadi batu.

Mereka bertemu Radagast si Coklat yang memberitahu mereka tentang makhluk aneh yang ia jumpai di Dol Guldur. Gandalf membawa mereka ke daerah Peri di Rivendell, tempat Elrond mengungkapkan rahasia lain dari peta tersebut. Gandalf berbicara dengan Elrond, Galadriel, dan Saruman si Putih mengenai makhluk yang Radagast jumpai dan sedikit menduga bahwa Necromancer tadi adalah Sauron, penguasa gelap.

Melintasi Pegunungan Kabut, mereka ditangkap para goblin dan dibawa jauh ke bawah tanah. Bilbo terpisah dari gerombolan tersebut dan bertemu Gollum, yang tidak sengaja menjatuhkan cincin misterius yang diambil Bilbo. Gollum mengancam akan memakan Bilbo, namun mereka setuju bermain teka-teki. Mereka setuju jika Bilbo menang, ia diizinkan kabur, tetapi jika Bilbo kalah, ia akan dimakan.

Setelah Bilbo menang, Gollum sadar bahwa cincinnya hilang dan mengejar Bilbo yang kemudian menemukan kekuatan menghilang dari cincin tersebut dan kabur. Setelah Gandalf menyelamatkan gerombolan kurcaci dari goblin, Bilbo bergabung dengan mereka. Mereka kemudian diserang oleh goblin dan warg, tetapi berhasil diselamatkan oleh sekumpulan elang yang menerbangkan mereka ke tempat aman di sisi bukit. Dari kejauhan, mereka melihat Pegunungan Sunyi.

Jauh di dalam Pegunungan Sunyi, Smaug, tertutup koin-koin emas, bangun dari tidurnya.

Review Film The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)

Sedikit kritik mengenai perbedaan kurcaci (dwarf) atau bahasa lainnya adalah orang kerdil dengan hobbit. Padahal kita tahu hobbit adalah orang kerdil juga. Menurut novelnya, tinggi hobbit adalah setengahnya tinggi manusia dan lebih kecil dari kurcaci. Namun dalam film postur dan tinggi badan keduanya adalah sama. Sebaiknya postur dan tinggi badan hobbit lebih kecil dari pada kurcaci sehingga jelas perbedaan antara keduanya. Dalam novelnya Frodo tidak ada sama sekali tetapi di film ini dimunculkan di awal. Memang banyak hal yang berbeda antara novel dan filmnya namun demikian perbedaan itu tetaplah menarik dan tidak mengurangi kualitas cerita itu sendiri.

Jackson menggunakan sebuah teknologi bernama high frame rate (HFR) dalam menyunting Hobbit. Dengan kecepatan 48 frames per second (film lain rata-rata hanya 24 frames per second), Hobbit dimaksudkan Jackson untuk memberikan gambar yang terasa lebih real dan lebih high-definition.

Efek 3 Dimensi HFR yang begitu terang dan jelas semakin memuaskan pandangan mata. Pada saat pertarungan antar raksasa batu di pegunungan cukup memikat dan membuat kagum penulis. Demikian juga saat pertarungan akhir antara kaum Orc dan kelompok kurcaci tampil mengesankan. Penulis merekomendasikan film yang mempunyai durasi hampir 3 jam ini untuk ditonton.

Berikut Trailer Film The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)

 
 
 
Advertisements