Ini Alasan Gaya Hidup Minimalis Dapat Membuat Anda Kaya dan Bahagia

Ada pendapat yang mengatakan orang kaya yang bijak cenderung memilih tampil biasa di depan banyak orang. Sedangkan mereka yang sok kaya malah berusaha tampil serba glamor.

Pendapat ini antara lain terlihat dari penampilan sederhana miliuner-miliuner dunia, juga Indonesia. Lihat Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook. Bajunya itu-itu saja tiap hari: kaus oblong bau-abu.

Di dalam negeri, ada Bob Sadino yang sudah meninggal. Ia selalu pede pakai celana pendek ke mana saja, padahal beli celana panjang jutaan rupiah sehari sekali juga bisa. Atau bahkan keseharian presiden Joko Widodo dan anak-anaknya yang tampak jauh dari potret gelimang kemewahan?

Gaya hidup ini bahkan menjadi obsesi kaum muda di negeri sakura, lo. Makanya, tak heran kalau sering disebut dengan ‘gaya hidup minimalis Jepang’.

Gaya hidup minimalis bisa diterapkan oleh setiap orang di dunia tanpa menghiraukan umur, penghasilan, atau pekerjaan yang terkait. Banyak yang mengatakan bahwa hidup minimalis adalah sebuah gaya hidup yang erat kaitannya dengan penghematan. Hal tersebut memang banyak benarnya, tetapi mengapa gaya hidup minimalis bisa meningkatkan nilai keuangan Anda?

1. Lewat konsep “less is more”

Memiliki lemari pakaian yang sangat besar yang dapat menampung baju sangat banyak bukanlah sesuatu yang sebaiknya Anda simpan. Karena dengan lemari seperti itu Anda akan lebih tertarik untuk berbelanja lebih banyak dengan tujuan memenuhi lemari tersebut. Dan dengan memiliki pakaian yang sangat banyak berarti juga biaya perawatan yang besar. Hal tersebut tentu saja menyita uang, tenaga, dan waktu Anda.

Alih-alih mengisi lemari Anda dengan setumpuk pakaian yang mutunya rendah, lebih baik memiliki beberapa helai pakaian yang bermutu tinggi, ‘kan?

2. Fokus kepada kebutuhan

Minimalis memang bisa diartikan juga sebagai menekan pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulannya. Tak hanya itu, hal tersebut juga berarti mengurangi daftar hal-hal yang Anda inginkan ke dalam tingkat yang minimal dengan tujuan memperbaiki rencana keuangan Anda sendiri.

Sayangnya, tak sedikit orang yang justru mengabaikan hal ini demi memuaskan gengsi. Ada yang rela tidak sarapan dan makan siang, supaya uang makannya cukup untuk santap malam di tempat mewah. Bahkan, ada yang sampai rela berutang jutaan hanya demi memperbagus penampilan.

Berfokuslah untuk memenuhi apa yang Anda butuhkan saja. Dengan begitu, pasti uang bulanan Anda bakal lebih banyak tersisa.

3. Jangan mengejar gengsi semata

Tak sedikit orang yang memuaskan gengsinya hanya untuk mendapatkan pengakuan orang lain. Hal ini seringkali membuat mereka membeli benda-benda yang sebenarnya tak diperlukan. Merasa belum keren kalau belum memiliki gadget terbaru, tas atau jam tangan mewah, maupun kendaraan merek tertentu.

Padahal, hal materialistis semacam ini sebenarnya bukanlah ukuran kebahagiaan atau kesuksesan. Dengan mengesampingkan gengsi dan materi, Anda bisa hidup jauh lebih damai. Bebas dari tuntutan untuk mendapatkan pengakuan orang lain dengan hal yang sebenarnya tak terlalu Anda perlukan.

4. Gaya hidup minimalis

Gaya hidup minimalis bukanlah gaya hidup yang serba kekurangan. Ia justru menjadi cara bahwa hidup Anda tidaklah terikat oleh barang semata. Anda menunjukkan bahwa ada hal-hal penting yang jauh lebih penting dari sekadar barang.

Nah, bukankah gaya hidup minimalis ternyata punya banyak manfaat? Tidak hanya bikin Anda lebih bebas, tapi juga menguntungkan dari segi finansial.

Memulainya cukup mudah, berfokuslah pada apa yang benar-benar kamu butuhkan dan kurangi budaya konsumtif. Yuk, terapkan mulai sekarang!

Advertisements