Ini Penyebabnya Anda Lebih Sering Digigit Nyamuk

Nyamuk memang serangga yang sangat menyebalkan bagi sebagian orang. Nyamuk memiliki gigitan yang berefek rasa gatal dan suara berdenging yang mengganggu. Yang paling berbahaya adalah penyakit yang dibawa oleh nyamuk. Ia bisa mengirim penyakit langsung ke dalam tubuh melalui aliran darah saat mereka menggigit.

Hampir 700 juta orang di dunia harus tertular penyakit yang dibawa oleh nyamuk setiap tahunnya, bahkan mengakibatkan satu juta kematian setiap tahunnya. Angka itu pun terus tumbuh. Dan fakta yang paling menakutkan adalah penyakit yang mereka bawa bisa menjadi pembunuh nomor satu bagi manusia. Krisis kesehatan akibat gigitan nyamuk yang sedang berlangsung di masyarakat saat ini yaitu Virus Zika. Selain itu, masih banyak juga penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk. Seperti malaria, demam berdarah, radang otak, virus west nile, dan banyak lagi.

Salah satu cara untuk mengurangi jumlah gigitan adalah mengetahui apa yang menarik bagi nyamuk. Pada dasarnya, itu semua tergantung dari penciumannya. Karena nyamuk memiliki reseptor aroma yang sangat baik di antena mereka. Mereka bisa mencium bau apapun dari manusia dalam jarak 100 kaki dengan mudah.
Dan ternyata genetika juga berpengaruh. Karena delapan puluh lima persen alasan mengapa nyamuk lebih suka beberapa orang atas orang lain adalah karena genetik mereka. Berikut adalah beberapa faktor utama yang membuat seseorang seperti memiliki magnet bagi nyamuk:

1. Olahraga dan produksi asam laktat.

Orang yang berkeringat, bau badannya lebih menarik bagi nyamuk. Individu yang memproduksi asam laktat lebih, yang dipancarkan dari tubuh kita melalui kelenjar keringat akan menarik lebih banyak nyamuk di sekitar mereka. Dan semakin berkeringat maka akan semakin besar pula penumpukan asam laktat. Itu artinya Anda adalah makanan yang lezat bagi nyamuk. Jadi, mandi setelah bekerja keras atau berolahraga dapat mengurangi jumlah gigitan nyamuk yang akan kita dapatkan.

2. Bakteri pada kulit.

Diperkirakan rata-rata manusia memiliki sekitar satu triliun atau lebih bakteri di tubuh mereka. Dan jenis bakteri yang hidup di kulit manusia dapat sangat bervariasi dari orang ke orang. Inilah yang memengaruhi seberapa banyak seseorang mendapat gigitan nyamuk. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki bakteri Staphylococcus dan Variovorax pada kulit mereka, maka bakteri ini akan cenderung menarik perhatian nyamuk. Sebaliknya, ada juga jenis bakteri lain yang bertindak membuat kulit kita kurang menarik bagi nyamuk. Beberapa jenis bakteri ini seperti Pseudomonas, Delftia, dan Actinobacteria.

3. Jenis darah.

Penelitian telah menemukan bahwa orang dengan tipe darah O akan digigit paling sering oleh nyamuk. Kemudian diikuti oleh orang bergolongan darah B. Bahkan, golongan darah O lebih menarik bagi hyamuk dua kali lipat dibanding golongan darah A.

4. Karbondioksida.

Tanpa Anda sadari, sebenarnya tarikan nafaspun dapat menarik perhatian nyamuk. Karena nyamuk sangat tertarik pada karbondioksida. Dan saat Anda bernafas, Anda akan mengeluarkan karbondioksida. Orang yang menghasilkan lebih banyak CO2 akan lebih sering mendapatkan gigitan nyamuk. Hal inilah yang menyebabkan wanita hamil dan orang-orang gemuk cenderung lebih banyak digigit nyamuk, karena mereka lebih sering menarik nafas.

Advertisements