Pesawat Cessna Bawa Bakso Hilang di Papua

Bandara Hang Nadim Batam sudah tidak dapat berhubungan lagi dengan pilot pesawat jenis Cessna pada Kamis, sekitar pukul O7.01 WIB.

“Kami sudah kehilangan kontak dari pukul 07.01 WIB, pesawat tidak dapat dihubungi,” kata Kepala Bidang Komersial Bandara Hang Nadim Batam, Dendy Gustinandar.

Ia menyatakan pesawat latih milik sekolah penerbangan “fly best” itu lepas landas dari Bandara Hang Nadim sekitar pukul 06.44 WIB.

Associated Mission Aviation (AMA) siang ini telah mencoba mencari saat pesawat mereka terbang dari Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digul ke Oksibil.

Kepala SAR Jayapura Suyatno mengatakan saat ini pihaknya masih mempersiapkan tim untuk dikirim ke Oksibil guna melakukan pencarian. “Tim SAR dikerahkan Kamis, 13/4/2017 dengan menggunakan pesawat milik Trigana ke Oksibil,” kata Suyatno.

Namun menurut Suyatno, saat melintas pilot pesawat AMA belum menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat nahas dengan nomor penerbangan PK FSO itu.

Menurut dia, pesawat yang diduga jatuh dalam penerbangan Tanah Merah-Oksibil itu tidak membawa penumpang, hanya mengangkut bahan makanan. “Tidak ada penumpang dalam pesawat itu,” kata Suyatno.

Pesawat yang jatuh ini dipiloti Rio Pasaribu. Pesawat diduga jatuh sekitar lima mil dari Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Rabu.

Sebanyak 12 anggota SAR akan diberangkatkan ke Oksibil dengan menggunakan pesawat ATR Trigana. Tim SAR akan melakukan pencarian karena dari hasil perhitungan pesawat nahas tersebut diduga jatuh sekitar 5 mil dari Oksibil. “Pesawat milik PT SAS itu membawa cargo seberat 1.225 kg dari Tanah Merah ke Oksibil,” kata Suyatno.

Menurut Suyatno, dari laporan yang diterima, pesawat berangkat dari Tanah Merah sekitar pukul 11.45 WIT dan seharusnya tiba sekitar pukul 12.14 WIT. Namun hingga kini pesawat tersebut hilang kontak dan diduga jatuh dalam penerbangan Tanah Merah-Oksibil.

Advertisements