Komikus Indonesia Sisipkan Aksi 212 dan Al Maidah di Komik Marvel

Seorang komikus Indonesia dikenai sanksi indisipliner oleh raksasa industri komik Marvel setelah dituding menyusupkan pesan intoleransi terkait aksi 212 dan Al Maidah di sebuah komik X-Men.

Seniman yang menyusupkan pesan ke dalam komik yang digarapnya, merupakan hal yang biasa, namun yang dilakukan komikus Indonesia Ardian Syaf adalah “menyalahgunakan properti Marvel untuk pesan politiknya yang intoleran. Jelas tanpa seizin yang punya properti. Itu masalahnya,” kata Hikmat Darmawan, seorang pengamat komik yang juga anggota Dewan Kesenian Jakarta.

Marvel mengatakan telah menjatuhkan sanksi indisipliner dan menyebut bahwa yang dilakukan Ardian Syaf bertentangan dengan nilai-nilai Marvel dan sikap X-Men sejak diciptakan.

Marvel akan segera menarik bagian-bagian tersebut dari cetakan komik selanjutnya, versi digital, dan novel perdagangan, dan tindakan disipliner akan diambil.” Hingga kini, belum ada kabar terbaru baik klarifikasi dari Ardian Syaf, atau dari Marvel Comics terkait tindakan disipliner yang akan diberlakukan terhadap Syaf.

Dalam beberapa adegan komik X-Men Gold #1 yang digambarnya baru-baru ini, Ardian menampilkan karakter Kitty Pryde yang tengah menghadapi kerumunan massa. Dilansir dari Bleeding Cool, Sabtu (8/4/2017), Kitty diceritakan sedang memperkenalkan kepada orang-orang bahwa dirinya adalah pemimpin baru X-Men.

Di dekatnya terdapat sebuah gambar gedung bertuliskan angka 212 yang menyiratkan Aksi 212 atau aksi demostrasi damai 2 Desember 2016 di Jakarta. Kitty Pryde sendiri, selama ini digambarkan sebagai salah satu pahlawan dari Yahudi dalam daftar karakter komik Marvel. Tulisan Jewelry yang ada di sisi kiri Kitty dalam komik ini, menyiratkan kata “Jew” (Yahudi) yang ditujukan kepadanya. Angka 51 yang menyiratkan surat Al-Maidah ayat 51 juga terlihat di baju salah satu orang yang menyaksikan Kitty Pride berbicara di tengah masyarakat.

Aksi Demo 212 adalah gelombang protes dari sebagian masyarakat untuk menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Aksi pertentangan tersebut dipicu karena pernyataan sang Gubernur mengenai Surat Al-Maidah ayat 51 yang menjadi kontroversi. Aksi ini semakin memuncak saat Basuki Tjahaja Purnama turut mencalonkan diri kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) DKI Jakarta 2017. Puncaknya adalah aksi demo yang digelar di Jakarta pada 2 Desember 2016, yang akhirnya disebut sebagai aksi 212.

Netizen juga penggemar komik marvel bereaksi atas polemik ini. Sebagian mengkhawatirkan karir Ardian yang bisa berakhir gara-gara polemik ini. Berkait dengan kontroversi ini Ardian Syaf merasa tidak bersalah. Komikus itu menulis bahwa ia sudah menjelaskan kepada Marvel apa yang dia lakukan.

Advertisements