Gad Elbaz Musisi Israel Protes Lagunya Dicontek Oleh Anies-Sandi

Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diterpa isu tak sedap. Yang mana salah satu lagu pemenangan mereka berjudul Kobarkan Semangat Jakarta disebut menjiplak lagu dari musisi asal Israel Gad Elbaz berjudul Hashem Melech.

Gad Elbaz pria kelahiran 20 Agustus 1982 mengatakan bahwa lagu ‘Hashem Melech’ adalah lagu terbesar bagi komunitas Yahudi.

Dalam postingan di akun resminya pada Jumat (7/4) malam sekitar pukul 9.30, Gad Elbaz terlebih dahulu mengklarifikasi soal lagunya, Hashem Melech. Dikatakannya, lagu itu sudah ada sejak lama. ’’Saya mau mengatakan sesuatu yang penting tentang lagu ini yang keluar sejak lima tahun lalu pada 2013,’’ ujarnya seperti dikutip dari Instagram Gadelbaz.

Setelah itu, secara spesifik dia menyebutkan kegiatan politik yang sedang terjadi di Indonesia. Dia menyebut, untuk kegiatan politik itu digunakan lagu terbesar di komunitas Yahudi yang dinyanyikannya. ’’Politikus itu anti Israel, dan mereka adalah ekstrimis Muslim. Namanya, Sandiaga Uno,’’ imbuhnya.

Klarifikasi kemudian disampaikan oleh tim media Anies-Sandi. Melalui situs Jakarta Maju Bersama, mereka meluruskan bahwa tembang kampanye berjudul Kobarkan Semangat bukan menjiplak lagu Elbaz. Lagu itu justru dibeli secara resmi dari pencipta lagu C’est La Vie yang diproduksi oleh Red One. C’est La Vie dibawakan oleh Khaled, seorang musisi dan pemain berbagai instrumen asal Al-Jazair.

“Namun liriknya diciptakan oleh Shoutul Harokah dan dibawakan oleh Taufiq Ridho Allahuyarham yang ketika itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PKS periode 2013-2016,” tulis perwakilan media di situs tersebut.

Lagu tersebut dibawakan oleh keduanya untuk pemilu legislatif tahun 2014. Lagu itu pula yang kini digunakan sebagai salah satu tembang untuk mengiringi kampanye Anies-Sandi.

Dalam situs itu, tim media Anies-Sandi juga menjelaskan bahwa lagu C’est La Vie tersebut nyatanya juga disadur ulang oleh musisi Elbaz menjadi Hashim Melech 2.0 bersama rapper Nissim.

“Jadi, kesimpulannya lagu Kobarkan Semangat Indonesia bukan mencontek lagu musisi Israel,” kata mereka.

Protes Elbaz bukan hal baru di dunia politik. Bahkan, dalam pemilihan umum Amerika Serikat, Donald Trump pun sempat ditegur karena menggunakan beberapa lagu populer seperti “We Are The Champion” milik Queen, “You Can’t Always Get What You Want” dari Rolling Stone hingga “It’s End of The World” karta R.E.M. Semuanya digunakan oleh Trump tanpa izn.

Alhasil, melalui akun Twitter resmi, Queen melarang Trump menggunakan semua lagu mereka.

Advertisements