Ruhut Tidak Mau Jadi Anggota DPR Lagi

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul resmi digantikan posisinya dalam penggantian antar-waktu (PAW) oleh Abdul Wahab Dalimunthe pada rapat paripurna DPR, Kamis (6/4/2017).

Ruhut Sitompul tidak berkomentar banyak soal PAW tersebut. Dia menilai Abdul Wahab sebagai figur yang baik. PAW tersebut juga diharapkan membuat semua pihak percaya bahwa dirinya sudah mundur sebagai anggota DPR.

“Ya kasihan saja selama ini enggak percaya aku mundur,” tutur Ruhut.

Ruhut menilai sosok dirinya berbeda dengan anggota dewan yang lain. Kehadirannya di DPR, menurut Ruhut, adalah bentuk pengabdian dan bukan untuk cari makan. Untuk sementara ini, Ruhut tidak akan kembali ke dunia pengacara atau menjadi bintang sinetron/film. Dia mengaku akan menikmati hidup dan menegaskan tidak ada masalah meski statusnya bukan anggota DPR.

“Mengalir aja. Aku buktikan tidak cari makan di DPR. Masa jabatan masih tiga tahun lagi, lho. Orang mana mau (mundur)? Capek kalau kayak Roy Suryo, ambisuis. Orang sakit diganti,” kata Ruhut disertai tawa khasnya.

“Beda dengan yang lain, gua manusia idealis. Sekarang saya mundur dukung Ahok-Djarot,” lanjut Ruhut.

Saat ditanya apakah akan maju di Pilkada, Ruhut tidak membantah. Menurutnya, banyak pihak yang mintanya misalnya sebagai calon Gubernur Sumatera Utara.

“Pasti menang, tapi aku bukan kejar jabatan. Tapi wait and see, tunggu nanti, ojo kesusu, menangkan Ahok-Djarot dulu,” kata dia.

Ruhut juga memastikan, tak lagi bakalan mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif dalam Pemilu 2019. Ia merasa sudah tak cocok berada di parlemen, walaupun selama menjadi legislator merasa sangat aktif dan kritis.

“Aku sudah tidak mau di DPR. Walaupun aku ’vokal’, menonjol, tapi aku tidak bisa hidup di lingkungan seperti itu,” terangnya.

Setelah tak lagi menjadi anggota dewan, Ruhut menuturkan masih bisa mengkritik dan memberikan pelajaran mengenai hukum, terutama antikorupsi. Sebab, dirinya kekinian kerapkali diundang berceramah mengenai antikorupsi di lingkungan akademik.

“Aku masih keliling berceramah  di kampus-kampus. Baru-baru ini aku diundang ke UGM (Universitas Gadjah Mada) dan Universitas Airlangga. Mereka tahu, Ruhut itu direkomendasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ICW (indonesia Corruption Watch),” tandasnya.

Advertisements