Kisah Perjuangan Sopir Taksi Online yang Tewas Dengan 32 Tusukan

Konflik antara taksi online dan angkutan konvensional memang sedang menghangat beberapa waktu belakangan. Di tengah situasi seperti itu, terjadi tragedi yang memilukan.

Memang cerita pendapatan sopir taksi online sangat menggiurkan. Penghasilan bisa mencapai Rp 6 juta per bulan. Bahkan, bila ikut lebih dari satu aplikasi bisa meraup puluhan juta per bulan.

Rupanya, Denny Ariessandi meski sudah menjabat manager di kantornya juga tertarik untuk nyambi menjadi sopir taksi online Grab.

Sebelumnya, Denny yang pernah tinggal di Pondok Maritim Blok L No. 45 Surabaya sempat memimpin rapat di kantornya pada Rabu, 22/3/2017 pukul 23.30. Denny membahas mengenai pengaturan jadwal di gudang ekspedisi daerah Betro tersebut.

“Setelah rapat selesai dia pulang,” ceritakan Adi Kurniawan, anak buah korban di JnT Express Jatim di Betro, kepada Radar Surabaya.

Setelah keesokan harinya, Kamis, 23/3/2017 pukul 1.45 Adi menelepon Denny karena ingin melaporkan tentang barang yang overload. Telepon sempat diangkat Denny kemudian katanya nanti saja di kantor bahas kerjaan, dia sedang nge-Grab.

Namun, hingga Kamis siang Denny tak tampak di kantor. Denny harusnya masuk pukul 11.00. Bahkan sekitar pukul 9.00, Sandra istri Denny datang ke tempat kerja suaminya. Dia menanyakan keberadaan suaminya karena semalaman tidak pulang. Teleponnya pun sudah tidak bisa dihubungi.

Hingga pada siang hari mendapat kabar penemuan mayat di Kenjeran melalui media sosial. Melihat ciri-ciri fisik dan pakaian serta jam tangan yang dikenakan korban, rekan-rekan kerjanya meyakini bahwa itu manager mereka.

Polisi akhirnya mengungkap identitas mayat pria yang ditemukan di tepi jalan Kecamatan Bulak, tepatnya di sisi utara Kenjeran Park itu.

Berdasar identifikasi jenazah, ada beberapa luka tusuk dan sabetan senjata tajam di tubuh korban. Mulai leher, dada, punggung, mata kanan, hingga kepala. “Ada 32 luka tusukan yang ditemukan,” terang Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo.

Sumber internal di Polrest Pelabuhan tanjung Perak Surabaya menyebutkan, korban diduga telah menjadi korban perampokan. Korban bekerja sebagai sopir taksi online.

“Dia (Denny) merupakan sopir taksi online. Bisa jadi dia menjadi korban perampokan, karena mobil yang di gunakannya sampai saat ini beluk di temukan,” kata sumber di Polres Tanjung Perak yang menolak disebutkan namanya.

Advertisements