Bukan Mengamankan, Tetapi Melakukan Pemukulan, Anggota Polisi Ini Dipecat

Oknum anggota Polres Purbalingga Bribda Afifat Agung Dwi Cahyo yang videonya viral ketika menghajar pengendara mobil dijatuhi hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat. Namun yang bersangkutan diberikan kesempatan untuk banding.

Putusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) itu merupakan hasil sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar di Bid Propam Polda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (7/3/2017).

Bertindak sebagai Ketua Sidang adalah Kombes Pol Budi  Haryanto, Wakil Ketua AKBP Agus Setyawan yang juga menjabat Kapolres Purbalingga dan AKBP Agus Budi selaku Kasubbid Wapprof Bid Propam Polda Jawa Tengah sebagai anggota.

Sebelumnya, Agung terekam dalam video yang diunggah ke media sosial dan viral saat tengah memukuli seorang pengemudi mobil. Video yang diunggah oleh akun Youtube Dixta J3, Kamis (2/3/2017), dan viral di medsos itu memperlihatkan warga sedang memukuli pengemudi.

Rekaman video yang berdurasi 5 menit 33 detik itu viral di medsos karena memperlihatkan anggota polisi, yakni Bripda Afifat Agung, yang turut menghajar pengemudi. Dalam kesaksiannya Bripda Afifat Agung menyebutkan jika peristiwa itu terjadi pada Kamis sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat itu pengemudi mobil Toyota Avanza berpelat nomor B 1182 NKJ, yang diketahui bernama Waskito Budi, warga RT 011/RW 003, Desa Brobot, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jateng mengendarai mobil melintas di Jl. Letnan Sudani secara ugal-ugalan dan tiba-tiba berhenti di tengah sebuah perempatan hingga menyebabkan kemacetan.

“Tentu hal itu membahayakan pengendara lainnya. Anggota Polri yang mengejar langsung menghampiri sopir itu untuk mengamankannya,” terang Rikwanto.

Lanjut mantan Kapolres Klaten ini menerangkan, belum sempat petugas datang, warga sudah menghentikan dan mengeluarkan paksa sopir itu. Warga yang kesal langsung menghujani sopir dengan bogem mentah.

Melihat hal itu, Bripda Afifat langsung berusaha mengamankan sopir dari amukan massa. Sopir ketika itu sudah dalam keadaan berdarah akibat dipukuli warga.

Ketika itu, Bripda Afifat telah menghubungi Aiptu Sutanto selaku Kanitpatroli Satsabhara Polres Purbalingga seraya mengamankan sopir. Tapi sopir yang telah diamankan malah memancing emosi Bripda Afifat dengan menarik kaki, sehingga Bripda Afifat ikut memukul sopir.

Sopir itu terus saja mengamuk dan berusaha lari dengan masuk ke mobilnya bagian jok depan kiri. Oleh Bripda Afifat, sopir langsung ditarik dan dibawa ke Cafe Kopi Cokelat Lava. Di situ dilakukan interograsi dan sopir melonjak dengan menjawab nada tinggi, Bripda Afifat pun kembali memukul dia.

Advertisements