Anies-Sandiaga Janji Akan Gandeng Ahok Jadi Penasehat Jika Menang Pilgub DKI

Perebutan posisi DKI-1 kini mengerucut pada dua nama—Basuki Tjahaja Purnama dan Anies Baswedan—setelah pemungutan suara putaran pertama digelar Rabu, 15 Februari 2017.

Anies dan Ahok, begitu kedua cagub biasa disapa, akan meneruskan pertarungan di putaran kedua pilgub Jakarta yang digelar paling lambat April mendatang. Sesuai aturan KPU, khusus untuk Pemilihan Gubernur DKI tidak akan ada pemenang kecuali pasangan calon yang meraih 50 persen plus satu persen suara.

Pasangan calon (paslon) gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengunjungi kediaman mantan Gubernur DKI Jakarta Soetiyoso di Jalan Kalimanggis, Jatikarya, Bekasi, Senin (06/03/17)..

Sandi mengatakan, saat Sutiyoso masih menjabat gubernur DKI Jakarta beberapa gubernur DKI pernah diangkat menjadi penasihat, termasuk Ali Sadikin, Gubernur DKI periode 1966-1977.

Ide itu lah yang membuat Sandi berpikir, jika pihaknya menang di Pilkada DKI Jakarta akan menjadikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai penasehatnya. Sandiaga mengatakan, jalinan silaturahmi dengan para mantan Gubernur DKI akan menjadi tradisi baru kepemimpinan Anies-Sandi.

Menurut Sandiaga, masukan dari para mantan gubernur sangat diperlukan. Tak hanya itu, hal ini juga sebagai tata krama yang menjadi ciri khas Indonesia untuk mendapatkan nasihat.

Sandi mengatakan “Tentu semuanya terutama Pak Basuki, yang paling ujung kan dia jadi pastinya kita akan kita (rangkul). Kita jangan pernah lupakan orang yang sudah berjasa gitu. Hasil pembangunan itu kesana bukan hasil sekarang tapi kan hasil kerja keras dari pendahulu”.

Sementara itu Anies Baswedan juga sangat setuju dengan pernyataan dari Sandiaga Uno. Dirinya telah mengatakan bahwa pihaknya perlu belajar dari para pemimpin terdahulu untuk menghadiri masalah sama yang bisa terulang kembali.

“Seperti bangun rumah. Ada yang ngerjain pondasi, ada yang ngerjain temboknya, ada yang ngerjain genteng. Cuma kalau itu beberapa periode, yang kelihatan ya yang genteng saja, padahal sebenarnya prosesnya panjang,” kata Anies.

Advertisements