Cinta Buta dan Sulit Move On

Cinta itu nyatanya lebih rumit dari teori relativitas Einstein, tetapi masih bisa dijelaskan melalui ilmu psikologi dan biologis.

Cinta adalah sekumpulan reaksi kimia di dalam tubuh kita dan merupakan jebakan alamiah dimana semua orang tidak akan punya kendali di dalamnya, seperti bersin saat hidung gatal , tidak bisa ditahan.

Cinta terbentuk bukan karena terbiasa dan terlanjur nyaman, itu hanya mitos. Yang benar cinta tak akan tumbuh saat kita terbiasa karena cinta itu ditentukan sewaktu 90 detik sampai 4 menit setelah pertama kali bertemu seseorang, dalam waktu ini otak manusia akan menentukan apakah ia jatuh cinta atau tidak.

Cinta juga bukanlah hasil dari hasil karya pikiran yang rumit, karena cinta tidak nya seseorang itu ditentukan dari insting dan bahasa tubuh, seperti makhluk primitif.
Juga bukan dari rangkaian kata-kata romantis. Cinta hanyalah tumbuh dari bahasa tubuh dan intonasi suara.

Atau dengan kata lain, kita bisa bicara hal omong kosong dan tetap membuat seseorang jatuh cinta, kalau bahasa tubuh kita dan intonasi suara kita cocok dengannya.

Ketika kita secara tak sadar menyukai bahasa tubuh dan intonasi seseorang di 90 detik awal pertemuan, bagian otak kita yang bernama Hypothalamus akan sangat aktif memproduksi hormon Dopamine. Dan hormon Dopamine ini menciptakan kesenangan secara intensif serupa dengan ketika tubuh menggunakan narkotika kokain atau heroin

Ciri tubuh menghasilkan hormon Dopamine adalah penurunan nafsu makan dan berkurangnya jam tidur serta peningkatan energi secara drastis. Serta yang kelebihan Dopamine akan hanya fokus pada hal tertentu dan cenderung memperhatikan hal detail.

Selain menghasilkan hormon Dopamine, tubuh juga menghasilkan yang nama nya hormon  Oxytocin dan hormon Vasopressin. Hormon Oxytocin adlah hormon yang secara alami dihasilkan ketika seorang ibu melahirkan bayinya. Hormon Oxytocin yang membuat payudara ibu secara otomatis menghasilkan susu ketika anaknya menangis dan juga hormon ini membuat anak secara insting akan merasa aman dan nyaman, ingin terus berada dekat pelukan ibu nya. Nah ketika jatuh cinta hormon Oxytocin kembali diproduksi secara masal. Sedangkan hormon Vasoprssin secara natural adalah hormon yang menciptakan rasa haus untuk menjaga kesehatan ginjal. Ketika jatuh cinta hormon ini diproduksi masif yang bertanggungjawab terhadap rasa haus/rindu pada pasangan.

Saat jatuh cinta jalur syaraf negatif di otak kita yang menghubungkan Nucleus Accumbens dan Amygdala menjadi non aktif, padahal bagian ini lah yang berfungsi menilai baik buruk nya seseorang, sehingga tidak bisa menilai keburukan pasangan. kalimat cinta itu buta memang benar adanya.

Ketika putus cinta dan hubungan berakhir otak kita tak langsung memberhentikan produksi Dopamine, otak akan terus memproduksi hormon ini. Dan pada sisi otak kita yang bernama Orbital Frontal Cortex yang mengatur kontrol diri dan emosi akan aktif dan berusaha mengambil ahli otak dan berusaha melupakan pasangan kita.

Pertentangan dua bagian inilah yang membuat putus cinta menjadi begitu sulit dan ujungnya membuat diri tertekan dan sedih. Tapi dari sini kita bisa menyimpulkan satu hal. Bahwa idiom bahwa “waktu akan mampu menyembuhkan luka hati putus cinta” adalah benar adanya. Karena menghentikan produksi Dopamine yang berkaitan dengan si Dia butuh waktu yang tidak singkat.

Advertisements