Kasihan Pada Orang Narsis

Orang yang terlampau mencintai dirinya sendiri dinamakan orang narsis, sampai-sampai lupa dengan orang disekitarnya dan berpikir dunia ini berputar hanya karenanya dan berpikir seluruh isi di dunia ini hanya tentang dirinya. itulah orang narsis.

Mereka seperti berpikir bahwa bumi berputar karenanya. Semua kejadian yang ada di sekelilingnya adalah tentangnya dan hanya tentangnya.

Para psikolog menyebut fenomena ini dengan sebutan manusia narsis yang berasal dari karakter Narcissus pada mitologi Yunani, yakni seorang yag jatuh cinta pada refleksi dirinya sendiri ketika melihat bayangan dirinya pada sebuah kolam.

dan ada baiknya jika mempunyai kawan narsis seperti ini jangan diejek atau dibully, karena jika kita mendengar cerita tentang dirinya yang sebenarnya kita pasti akan terharu dan kasihan

Mereka yang narsis adalah mereka yang susah berpikir positif tentang dirinya, oleh sebab itu mereka mengisi semua sosial media mereka tentang dirinya untuk menarik perhatian positif tentang dirinya.

Para peneliti dari Universitas Kentucky membuktikan bahwa orang narsis kepadatan jaaringan otaknya yang berkaitan dengan mencintai dan menghargai dirinya lebih sedikit.

1. Orang narsis sebenarnya adalah orang yang gagal meyesuaikan diri dengan lingkungannya

Hal ini disampaikan dalam penelitin yang dilakukan oleh Universitas Bern di Swiss yang mengamati ratusan orang selama enam bulan, termasuk pengukuran terhadap tingkat narsisme dan pengalaman-pengalaman yang dapat membuat seseorang menjadi stres.

Penelitian tersebut menghasilkan bahwa orang yang narsis cenderung mengalami lebih banyak stress dalam hidup mereka. Stres tersebut berasal dari sakit, kecelakaan, atau berakhirnya suatu hubungan.



2. Walaupun mereka kadang terasa sangat menyebalkan dan sombong, sebenarnya mereka butuh dukungan kita

Dari beberapa penelitian yang sudah disebutkan di atas, kita jadi menyadari kerapuhan yang dialami dibalik kepercayaan diri yang dimiliki orang-orang narsis yang ada di sekitar kamu. Maka dari itu jangan selalu berpikiran negatif dulu jika kamu melihat orang-orang narsis yang ada di dekatmu.

Hasilnya? Para partisipan yang memiliki kecenderungan narsis pada penelitian tersebut menunjukan kenaikan tanda psikologis juga berarti kenaikan tingkat stres. Sementara orang non-narsistik tidak menunjukan kecenderungan hal-hal tersebut. Pada temuan ini disimpulkan orang narsis adalah orang yang mudah tersinggung dan sensitif.

Ada baiknya jika kamu lebih sabar dan lebih menyayangi orang narsis dalam hidup kamu, karena mereka sebenarnya butuh dukungan dan pengertian terhadap keraguan mendalam yang merea alami pada diri sendiri.

 

Advertisements